Minggu, 09 Desember 2012

ARTIKEL BAB-14

ARTIKEL MATERI 9B : MENGEMBANGKAN DAN MENENTUKAN HARGA PRODUK DAN JASA

Salah satu hal yang paling menantang bagi anda selaku marketing professional atau pengusaha adalah memberikan harga yang tepat untuk produk anda. Seringkali seseorang tidak memiliki strategi yang nyata dalam menentukan harga produk atau memahami nilai yang diterima yang dapat diciptakan oleh harga.
Ketika mempertimbangkan bagaimana menentukan harga sebuah prioduk, ada sejumlah metode untuk menentukan harga awalnya. Yang paling populer adalah zero sum pricing dan competitive pricing. Mereka yang menjual harganya dengan metode zero sum biasanya memulai pada nol, menambahkan semua biaya termasuk manufaktur, overhead, dsb, ditambah beberapa jenis margin untuk mencapai harga awal. Margin yang digunakan dalam kalkulasi ini berdasarkan norma-norma industri atau margin yang sudah ada untuk produk serupa.
Competitive pricing adalah metode dimana anda mengevaluasi produk yang dijual kompetitor dan harganya. Jika produk atau jasa anda serupa atau sama, anda ingin memberikan harga yang sama untuk area yang sama. Jika produk anda berbeda, anda akan menyesuaikan harga atas atau bawah berdasarkan fitur, benefit, dan nilai yang diberikan.
Model lainnya disebut dengan premium pricing, yang digunakan ketika menentukan harga kompetitif. Perusahaan seperti Cadillac menggunakan premium pricing. Metode ini mengenakan‘top dollar’ untuk produk yang lebih baik atau bermutu. Contoh lainnya adalah Rolex. Tidak menunjukkan waktu yang lebih baik daripada Seiko namun harganya sangat tinggi.
Ketika anda menentukan metode penentuan harga, langkah berikutnya adalah mengembangkan opsi multiple pricing . Seringkali terjadi, perusahaan berhenti pada pemilihan metode penentuan harga. Para profesional marketing tahu bahwa satu-satunya jalan untuk mengoptimalkakn harga adalah melalui harga bertingkat dan pengujian.
Banyak individu yang memberikan harga produknya hanya dengan perkiraan. Pembicaraan biasanya berlangsung seperti ini, “Berapa seharusnya saya memberikan harga?” “Saya tidak tahu, apakah kompetitor X mengenakan $39.95? Kalau begitu kita jual $34.95 sehingga produk kita bisa laku”. 90% harga produk diluar sana ditentukan demikan.
Metode ini bisa digunakan jika setelah anda mengevaluasi biaya dan dapat memberikan harga yang lebih rendah. Namun, dengan opsi penentuan harga memungkinkan anda mengenakan harga yang lebih tinggi dan rendah atas produk yang diberikan dibandingkan dengan kompetitor anda.
Sebagai ilustrasi opsi penentuan harga, kita gunakan contoh yang populer, restoran fast food. Fast food menetapkan harga yang bertingkat sepanjang waktu . Apakah anda memilih single hamburger, double hamburger, atau triple? minuman berukuran kecil, sedang atau medium? Tidak dapat dilepaskan dari industri, apakah produk atau jasa, anda harus memberikan opsi bagi konsumen.
Sejumlah klien saya mengatakan bahwa mereka tidak dapat menawarkan penentuan harga yang demikian. Saat saya tanya kenapa, jawabannya bahwa produk mereka satu ukuran. Jika kasusnya demikian, tentukan bagaimana anda dapat menawarkan kenaikan produk. Seorang penata taman dapat memberikan tambahan servis seperti perawatan tanaman, dekor pesta kebun. Penerbit online dapat memberikan paket dasar atau premium. Semuanya ada di mind set.

Kesimpulan
Saat mengembangkan strategi penentuan harga, pahami biaya langsung dan variabel yang terkait dengan produk anda, lingkungan yang kompetitif, dan ragam kebutuhan segmen market. Kemudian anda dapat mengembangkan strategi penentuan harga yang bagus. Pilihlah strategi yang anda yakini sesuai dengan pasar anda dan uji,uji, uji. Pastikan menawarkan harga bertingkat untuk memberikan pilihan bagi prosepek anda dan mengoptimalkan harga anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar